Teruntuk Bapak yang dirahmati Allah
Bapak yang telah mendidik putrinya dengan penuh kelembutan
Bapak dengan sebuah gurat kewibawaan nomor satu di keluarga
Bapak yang telah menjadi seorang imam untuk wanita yang
kucintai.
Perkenalkan, aku adalah lelaki itu
Seorang lelaki asing yang mencintai putrimu.
Seorang lelaki yang siap meneruskan tanggung jawab
membahagiakan putimu.
Bapak, aku adalah pria serba biasa
Aku bukanlah keturunan seorang ningrat ataupun raja
Aku juga bukanlah pria bergelimang harta
Aku bukanlah orang dengan segala keelokan paras dan
ketampanan
Maafkanlah segala kelancanganku untuk meminta putrimu.
Wahai Bapak,
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah pada niat suciku
Niatku untuk menjadi imam terbaik untuk putrimu
Niatku untuk memuliakan putrimu menjadi seorang wanita
sesungguhnya
Niatku untuk memberikan teladan yang baik bagi anak-anak
yang lahir dari rahimnya,
Cucumu kelak wahai Bapak
Dan niatku untuk menyempurnakan agamanya, agama kita.
Akulah pria yang akan terus berusaha memantaskan diri untuk
putrimu
Pria yang akan selalu berdoa dan bekerja untuk memberinya
rezeki yang halal dan berkah
Pria yang dengan cintanya akan memenuhi nafkah untuknya.
Wahai Bapak dengan segala kelembutan hati,
Aku takkan merebut putrimu dari sisimu
Sebagai imam, aku akan membimbingnya untuk selalu berbakti
padamu juga ibunya
Karena engkau adalah pria nomor satu dalam hidupnya
Dan engkau adalah imam sekaligus walinya.
Wahai Bapak,
Aku memohon padamu untuk bersedia jadi guruku
Seorang guru kehidupan sekaligus teladan
Aku membutuhkan bimbinganmu tuk penuhi janjiku
Janji untuk bahagiakan putrimu
Ajari aku tentang kesabaran
Ajari aku juga tentang kelembutan
Karena aku yakin engkaulah sosok yang paling mengetahuinya.
Wahai Bapak,
Izinkan aku menjadi seorang sahabat barumu
Sahabat yang senantiasa berbagi cerita dan merindukan
nasihat
Ijinkan aku menjadi rivalmu
Rival ang senantiasa terpacu untuk memberikan yang terbaik
untuk putrimu
Izinkan aku menjadi anakmu
Anak yang akan berbakti dan mengabdi padamu..
